Berita Detail
2024-11-06
Kegiatan Organisasi
0
Penulis : Irfan Solahudin A
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Dakwah Ushuluddin mengadakan kegiatan Follow Up Sejarah yang bertujuan untuk memperdalam wawasan kader dan meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum. Acara yang digelar pada hari Rabu, 6 November 2024, di Sekretariat HMI Komisariat Dakwah Ushuluddin, ini dihadiri oleh lebih dari 25 peserta yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Dalam kegiatan ini, Arif Lukman Hakim, Ketua Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kudus, menjadi pemateri utama. Beliau menyampaikan materi yang sangat menarik dan mendalam mengenai sejarah kehidupan masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam.Dengan gaya yang penuh semangat, Arif menggali sisi-sisi sejarah yang jarang diketahui, memaparkan bagaimana kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Arab pada masa itu. Ia menjelaskan bahwa sebelum Islam datang, masyarakat Arab terbagi menjadi beberapa suku yang memiliki kebiasaan dan tradisi berbeda. Kehidupan mereka dipengaruhi oleh sistem kepercayaan yang didominasi oleh penyembahan berhala dan animisme.Arif juga menyoroti pentingnya posisi Mekah sebagai pusat perdagangan dan agama, yang pada saat itu sudah menjadi kota yang strategis. Namun, meski memiliki kemakmuran ekonomi, masyarakat Arab juga hidup dalam sistem sosial yang sangat hierarkis, dengan ketidak setaraan yang tajam antara kaum bangsawan dan orang biasa, serta adanya kebiasaan-kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang akan datang.
Moderator dalam kegiatan ini adalah Arif Rohman Chakim, yang dengan sigap dan cekatan memandu jalannya diskusi. Beliau memastikan agar materi yang disampaikan tetap mengalir dengan lancar, memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya, serta menghubungkan berbagai poin yang disampaikan oleh Arif Lukman Hakim dengan konteks kekinian.
Pembahasan yang diberikan oleh Arif Lukman Hakim ini tak hanya memberi wawasan tentang sejarah masyarakat Arab sebelum Islam, tetapi juga mengajak para peserta untuk merenung dan memahami bagaimana perubahan besar yang dibawa oleh Islam membentuk peradaban yang lebih adil dan sejahtera.
Selain itu, acara ini juga mencakup sesi pelatihan keterampilan public speaking yang bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam menyampaikan gagasan secara efektif dan percaya diri. Zaroatul Munawaroh, salah seorang peserta, menyampaikan apresiasinya terhadap metode diskusi interaktif yang diterapkan. "Saya merasa lebih terlibat dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Dengan berdiskusi,
Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan keterlibatan aktif para kader dalam diskusi dan memperkaya wawasan mereka terkait sejarah, serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan publik. Morgan, Ketua Bidang PPPA, menyatakan, “Kami ingin kader HMI tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan ide dan gagasan dengan percaya diri di hadapan publik, baik dalam forum internal maupun eksternal.”
Acara dimulai dengan pemaparan materi oleh Arif Lukman Hakim yang menyajikan sejarah masyarakat Arab pra-Islam. Setelah pemaparan, sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta secara aktif. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya, memberikan pendapat, dan saling berbagi pandangan mengenai topik yang dibahas. Di sisi lain, keterampilan public speaking dilatih melalui berbagai simulasi dan tips praktis yang diberikan oleh pembicara. Kegiatan ini berhasil menarik antusiasme peserta dan memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan diri mereka.
Tidak ada komentar
HMI
Himpunan Mahasiswa Islam adalah organisasi mahasiswa yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1947, atas prakarsa Lafran Pane beserta 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam.
Dll
hmikomisariatdakush47@gmail.com
085785005676
© HMI Dakush. All Rights Reserved. 2023