Berita Detail
2025-03-19
Kegiatan Organisasi
0
Penulis : NovaVitriani
Kudus, 19 Maret 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Dakwah Ushuluddin menggelar kegiatan Ngader (Ngaji Kader) dengan kajian kitab Taqrib karya Abu Syuja’. Acara yang berlangsung pada Rabu (19/3) di Sekretariat HMI Komisariat Dakwah Ushuluddin ini dihadiri oleh para kader dengan penuh antusias. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman fikih, khususnya dalam bab bersuci (Taharah), yang merupakan bagian fundamental dalam ibadah sehari-hari.
Kajian diawali dengan pembahasan Bab Muqoddimah, yang menjelaskan dasar-dasar ilmu fikih serta urgensinya dalam kehidupan seorang Muslim. Bab ini menjadi landasan awal bagi peserta dalam memahami hukum-hukum Islam secara sistematis. Selanjutnya, kajian berlanjut ke Bab Taharah, yang menguraikan secara mendalam hukum-hukum bersuci. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya kesucian dalam ibadah serta cara menjaga kebersihan diri sesuai tuntunan syariat.
Salah satu pembahasan utama dalam kajian ini adalah klasifikasi jenis-jenis air dalam Islam. Terdapat empat kategori air yang dibahas, yaitu air suci dan mensucikan (الماء الطهور), yakni air yang dapat digunakan untuk bersuci dalam segala kondisi; air suci tetapi tidak mensucikan (الماء الطهور غير المطهر), yaitu air yang tetap suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci, seperti air musta’mal atau air yang telah bercampur dengan sesuatu yang mengubah sifatnya; air yang makruh (الماء المخلوط), yakni air yang bercampur dengan zat lain tetapi masih dalam kondisi suci; serta air najis (الماء النجس), yaitu air yang telah tercemar najis sehingga tidak boleh digunakan untuk bersuci.
Dalam kajian ini juga dibahas secara mendalam konsep dua kulah, yang menjadi acuan dalam menentukan apakah air terkena najis atau tidak. Dalam fikih madzhab Syafi’i, air yang mencapai dua kulah atau lebih tidak mudah menjadi najis, kecuali jika mengalami perubahan warna, bau, atau rasa akibat bercampur dengan najis. Ukuran dua kulah ini 60 × 60 × 60 cm setara dengan sekitar 216 liter, atau seukuran bak penampungan air yang besar. Pemahaman ini penting agar Kader dapat membedakan air yang tetap suci dan dapat digunakan untuk bersuci dalam berbagai kondisi.
Selain membahas macam-macam air, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang tata cara wudhu, mandi wajib, tayamum, serta metode menyucikan najis. Pembahasan ini disampaikan secara sistematis dan interaktif, sehingga peserta dapat memahami serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kajian ini, diharapkan para kader semakin menguasai ilmu fikih dasar dan mampu mengamalkannya dalam praktik ibadah mereka.
HMI Komisariat Dakwah Ushuluddin berkomitmen untuk terus mengadakan kajian keislaman guna mencetak kader-kader yang memiliki wawasan keagamaan yang luas dan siap berkontribusi dalam kehidupan sosial.
Tidak ada komentar
HMI
Himpunan Mahasiswa Islam adalah organisasi mahasiswa yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1947, atas prakarsa Lafran Pane beserta 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam.
Dll
hmikomisariatdakush47@gmail.com
085785005676
© HMI Dakush. All Rights Reserved. 2023